Marvel Studios sudah membunuh banyak karakter utama dalam setiap film Avengers di MCU. Contohnya di film The Avengers kita melihat bagaimana Agent Coulson dibunuh secara brutal oleh Loki. Di Avengers: Age of Ultron, kita melihat bagaimana kematian tragis dari Pietro Maximoff alias Quicksilver yang ditembak oleh Ultron demi melindungi Hawkeye dan anak-anak.

Loki, Gamora, dan sebagian besar penduduk di MCU, juga tewas dalam cerita Avengers: Infinity War. Dan yang terakhir adalah kematian dari Iron Man dan Black Widow yang terjadi di film Endgame. Film Avengers 5 tentu akan menghadapkan para Avengers dengan ancaman yang lebih besar dan lebih kuat. Artinya akan ada karakter lainnya yang akan tewas. Berikut adalah karakter yang kemungkinan tewas di Avengers 5.

Nick Fury


Nick Fury sudah menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe sejak jagat sinematik ini dimulai, dan terakhir kali Nick terlihat dia sedang mengerjakan proyek kerja sama dengan para Skrulls. Hal ini membuka kesempatan bagi Nick untuk kembali muncul di film sekuel Captain Marvel, sebelum kemudian dia muncul di Avengers 5 dan diperlihatkan tewas di filmnya.

Samuel L. Jackson saat ini sudah berusia 71 tahun. Meskipun dia masih terlihat sehat dan segar bugar, masalah utama bagi karakter Nick Fury adalah tidak adanya lagi cerita yang pas untuk menghadirkan sosok tersebut pada saat ini. Bisa jadi ini adalah alasan mengapa dalam beberapa tahun belakangan dia jarang muncul. Karakter Nick bisa diperlihatkan tewas dengan heroik atau bisa juga diceritakan menghilang atau bersembunyi , jika suatu saat Marvel berencana untuk menghadirkannya kembali.

The Hulk


Bruce Banner merupakan salah satu anggota orisinal dari Avengers versi MCU, bersama Thor, Iron Man, Black Widow, dan Captain America. Sayangnya, kekalahan Bruce dari Thanos membuat Hulk sekarang enggan keluar. Hasilnya dia pun kemudian memilih untuk bersatu dengan Hulk dan terciptalah Smart Hulk. Smart Hulk adalah karakter yang berhasil mengembalikan seluruh penduduk bumi yang sempat menghilang.

Smart Hulk sendiri dijadwalkan muncul di series She-Hulk yang tayang di Disney Plus. Bruce akan menjadi “cameo” dalam series tersebut, karena yang jadi fokus utamanya adalah Jennifer Walters yang merupakan She-Hulk. Meskipun Mark Ruffalo mengaku memiliki banyak ide untuk karakter Hulk, dengan MCU yang sudah memperkenalkan generasi baru Hulk, mungkin sudah saatnya bagi Hulk dan Bruce untuk mundur.

Thor


Dengan Captain America yang sekarang sudah sangat tua, iron Man dan Black Widow sudah tewas, Hulk yang terluka parah, dan Hawkeye mempersiapkan masa pensiunnya di Disney Plus membuat Thor menjadi anggota orisinal Avengers yang tersisa. Setelah pergi menuju luar angkasa bersama tim Guardians of the Galaxy, cerita Thor akan kembali berlanjut di film Thor: Love and Thunder.

Tapi, film itu akan menghadirkan sosok Thor yang baru yaitu Mighty Thor. Artinya ada dua Thor yang hidup di Phase 4 MCU. Phase 4 bisa jadi merupakan fase untuk menyerahkan titel yang sudah lama diemban, dan hal ini juga berlaku kepada Thor yang akan menyerahkan titel Thor kepada Jane Foster. Kematian Thor akan terlihat lebih epik dan heroik ketika menghadapi ancaman yang besar, misalnya saat Thor menghadapi Galactus.

War Machine


Dengan kematian Iron Man, kekosongan pun muncul di jagat sinematik Marvel yang harus segera diisi. Bisakah War Machine menggantikan posisi Iron Man dan mengisi kekosongan tersebut? War Machine selama ini sudah tampil secara maksimal, tapi kemungkinan besar Marvel lebih memilih Riri Williams sebagai pengganti dari Iron man yaitu Ironheart.

Sebagai karakter pendukung, War Machine memang sudah cukup maksimal menjalankan perannya. Dengan kematian Rhodey, hal itu akan memberikan sinyal kepada para Avengers lainnya bahwa ancaman masih ada dan ancaman tersebut kini semakin besar, seperti dalam cerita Civil War II dimana Thanos membunuh War Machine ketika para Avengers gagal untuk mengantisipasi kemunculan villain tersebut.

Ant-man


Film ketiga Ant-Man saat ini kemungkinan sedang dikerjakan oleh Marvel Studios, dan rumor mengatakan bahwa film ini akan menghadirkan sosok Cassie Lang remaja yang akan menjadi seorang pahlawan dengan nama Stature demi mengikuti jejak sang ayah. Tapi, apa yang kemudian akan dilakukan oleh Scott setelah film tersebut?

Ant-Man terbukti menjadi sosok penting dalam film Captain America: Civil War dan juga Endgame, dan kemungkinan besar dia juga kembali akan menjadi sosok penting di Avengers 5. Dalam film tersebut mungkin kita bisa melihat kematian Tragis Scott, yang kemudian memotivasi Cassie untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Dan hal itu juga memberikan kesempatan bagi The Wasp untuk kemudian bergabung dengan Avengers.

Scarlet Witch


TV series WandaVision akan segera tayang di Disney Plus dan akan menghadirkan cerita tentang bagaimana Scarlet Witch menghadapi kehilangan sosok penting dalam hidupnya. Banyak rumor menyebutkan bahwa di series tersebut Wanda akan menciptakan realitanya sendiri, dimana Vision masih hidup di dalamnya. Dan apa yang dilakukan oleh Wanda akan menjadi set up cerita untuk film Doctor Strange in the Multiverse of Madness.

Jika skenario tersebut benar terjadi, maka Wanda bisa kemudian membunuh para karakter Avengers lainnya seperti Ant-Man dan War Machine. Dan skenario ini juga bisa saja diaplikasikan di film Avengers 5 yang akan datang.

Okoye


Sama seperti Rhodes, Okoye juga merupakan pemeran pendukung yang sangat luar biasa di film Black Panther dan dua film Avengers terakhir. Karakter Okoye berhasil mencuri perhatian saat pertama kali diperkenalkan di film Black Panther. Dikenal sebagai penjaga Wakanda dan juga pengawal dari raja Wakanda, sosok Okoye sangatlah tangguh dan luar biasa.

Tapi, pertanyaannya adalah apakah sosok Okoye akan menjadi karakter permanen di MCU? Danai Gurira bukanlah aktris yang terbiasa dengan sebuah franchise. Inilah salah satu alasan mengapa dia keluar dari series The Walking Dead, dan kehilangan Okoye akan membuat T’Challa menyadari bahwa bukan hanya Wakanda yang harus dia lindungi melainkan orang-orang di sekitarnya juga.

Black Knight


Karakter Black Knight merupakan karakter yang belum diperkenalkan di Marvel Universe, jadi mengapa harus membunuh karakter yang baru saja diperkenalkan? Sosok Dane Whitman akan menjadi salah satu karakter yang muncul di film Eternals, dan menurut bocoran yang beredar Black Knight akan menjalin kisah romantis bersama Sersi, salah satu Eternals.

Memang masih belum diketahui apakah Kit Harrington menanda tangai kontrak kerja sama jangka panjang dengan Marvel Studios. Tapi, tidak heran juga ketika kemudian Marvel menggunakan formula yang sama dari karakter Quicksilver dan diaplikasikan kepada karakter Black Knight. Karakternya akan muncul di satu flm saja, tapi kemunculan tersebut akan sangat memorable, dan berdampak besar terhadap dunia.

Bucky Barnes


Bucky Barnes akan muncul bersama Sam Wilson dalam series The Falcon and The Winter Soldier yang tayang di Disney Plus. Menurut kabar yang beredar, Bucky dan Sam akan menjalani hidup masing-masing sampai kemudian mereka kembali bertemu untuk menghadapi musuh yang sama yaitu Baron Zemo. Tapi, apa yang kemudian tersedia untuk Bucky setelah seriesnya?

Bucky sempat berada dalam kendali tentara komunis, dimana dia dicuci otak untuk melakukan berbagai tugas yang berbahaya seperti mengambil dokumen dari tangan Howard Stark. Mungkin, dengan mati secara heroik ketika bertarung bersama Avengers akan menjadi bukti yang sah bahwa dia memang benar-benar seorang pahlawan sejati. Kematian Bucky akan menjadi inspirasi bagi Sam untuk terus melanjutkan tugasnya sebagai Captain America yang baru.

Spider-Man


Jika bukan karena protes para fans yang sangat vokal ketika Spider-Man “dipecat” dari MCU, pihak Sony Pictures mungkin akan melajutkan film Spider-Man 3 tanpa adanya keterlibatan Marvel Studios. Meskipun kemudian Disney dan Sony sudah menyetujui kesepakatan yang baru, tapi rasanya waktu bagi Spider-Man untuk berada di MCU sangatlah terbatas.

Sony masih tetap berusaha untuk menghadirkan sosok Tom Holland di jagat sinematik buatan mereka sendiri. Banyak rumor mengatakan bahwa portal antara universe Sony dan MCU akan terbuka, sehingga Spidey kemudian memilih untuk pergi ke universe Sony. Tapi, bagaimana jika Peter melakukan hal yang sama dengan mentornya, mengorbankan diri demi seluruh manusia? Kematian Peter bisa menjadi jalan kemunculan Miles Morales, yang akan menggantikan posisi Peter.

Mereka yang Berpotensi Mati di Avengers 5

Liputan Bioskop 88 Reply 01:15

 Marvel Studios sudah membunuh banyak karakter utama dalam setiap film Avengers di MCU. Contohnya di film The Avengers kita melihat bagaima...


 Harus diakui bahwa kerugian yang harus dialami oleh industri film layar lebar dan bioskop akibat dari pandemi COVID-19 menjadi “ladang uang” bagi mereka yang begerak di industri streaming. Disney Plus, Apple TV Plus, menjadi pesaing baru di bisnis ini meskipun HBO Max dan Netflix tetap menjadi penguasa untuk bisnis streaming. Bahkan, sejak pandemi ini, Netflix semakin gencar untuk mempromosikan diri.

Netflix terus menginvestasikan sejumlah besar uang yang mereka miliki untuk mendanai berbagai proyek film dan series orisinal mereka. Dan hasilnya, setiap bulan ada puluhan film baru yang dirilis oleh situs streaming tersebut untuk berbagai genre, tidak terkecuali untuk genre horror. Berikut adalah daftar film horror yang akan tayang di Netflix.

Black Mirror: Bandersnatch


Film Black Mirror: Bandersnatc dirilis pada 2018 silam dan menjadi titik awal bagi penulis Charlie Brooker untuk menerjemahkan konsep “pilih petualangan anda sendiri” menjadi sebuah film. Secara singkat film ini menggabungkan dua elemen, yaitu permainan video game dan juga film. Film ini cukup unik karena bukan sebuah adaptasi dari game populer, dan justru dua unsur tersebut digabungkan.

Filmnya sendiri berkisah tentang seorang programer permainan video bernama Stefan Butler, dimana dia mencoba untuk mengaplikasikan konsep novel “pilih petualangan anda sendiri” ke sebuah permainan game. Namun, apa yang dia bayangkan di awal nyatanya tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Permainan tersebut justru menjadi mimpi buruk bagi si pembuatnya.

Cam


Horror dengan perpaduan teknologi mungkin sudah jarang diaplikasikan dalam berbagai proyek film. Tapi, Cam memberikan nuansa baru terhadap genre ini dengan memberikan sentuhan modern yang bisa relate dengan kehidupan di masa sekarang. Film Cam sendiri berkisah tentang sosok Alice, yang diperankan oleh Madeline Brewer, seorang remaja putri yang bercita-cita untuk menjadi seorang camgirl (gadis yang melakukan pertujunkan di depan kamera, biasanya bermain game atau sekedar bercerita).

Tapi, kejadian horror mulai menerpa Alice ketika tanpa disadari ada kembaran dari Alice yang mencoba untuk meretas komputer Alice. Sosok tersebut kemudian mulai berperan sebagai Alice dan “mencemarkan” nama Alice sambil juga memberikan kengerian kepada Alice. Disutradarai oleh Daniel Goldhaber, atmosfer yang dibangun oleh film ini benar-benar terasa. Penampilan Brewer pun patut diacungi jempol.

The Perfection


Meskipun baru dirilis di platform Netflix sekitar tahun lalu, The Perfection dianggap sebagai salah satu film horor orisinal terbaik sampai saat ini di paltform tersebut. filmnya sendiri mengeksplor cerita tentang hubungan antara Charlotte dan Lizzie, yang keduanya sama-sama merupakan musisi Charlotte merupakan pemusik handal dan Lizzie adalah penerusnya.

Kelebihan dari film ini adalah bagaimana Richard Shepard berhasil bermain-main dengan prediksi para penonton, dan kemudian melakukan twist. Hal tersebut menjadi salah satu elemen menarik dari filmnya yang membuat film ini menarik dan unik.

Ravenous


Film dengan unsur zombie di dalamnya memang tidak akan pernah berhenti untuk menarik minat para penonton. Contohnya adalah seri The Walking Dead, film Z Nation, Train to Busan, bahkan game fenomenal The Last of Us. Hal ini coba untuk diangkat dalam film Ravenous yang diarahkan oleh Robinm Aubert. Meskipun terdapat elemen zombie, Robin tetap memberikan sentuhan yang baru dan lain.

Di sebuah desa terpencil yang sangat jauh di wilayah Quebec, Kanada, terdapat sebuah kelompok kecil manusia. Mereka adalah orang-orang yang selamat dan bersembunyi di sebuah hutan untuk menghindari serangan zombie. Meskipun set up ceritanya terdengar familiar, Robin Aubert tetak memberikan beberapa pembeda dibandinkan dengan film-film lainnya.

Apostle


Sebagian Geeks mungkin ada yang mengenal soso Gareth Evans, tapi mungkin juga ada yang tidak kenal. Dia adalah sutradara dari dua film The Raid, yang sangat populer bukan hanya di Indonesia melainkan sampai ke luar negeri khususnya Hollywood. Setelah sukses dengan proyek film thriller action, proyek sukses Evans lainnya adalah Apostle yang kental dengan nuansa horror.

Filmnya sendiri berkisah tentang seorang pria bernama Thomas Richardson, yang pergi sendirian ke sebuah pulau terpencil bernama pulau Welsh (Welsh island) demi menyelamatkan adiknya yang diculik dan ditawan oleh sekelompok orang yang mengerikan. Sama seperti film The Raid, film ini juga dipenuhi oleh berbagai adegan yang penuh darah.

Hush


Hush merupakan film horror simpel yang diproduksi oleh Mike Flanagan. Mike menjadikan istrinya, Kate Siegel sebagai pemeran utama dalam film tersebut. Dia berperan sebagai seorang perempuan tuna rungu alias tidak bisa mendengar yang harus merasakan teror mengerikan ketika dia sedang berada di sebuah kabin yang terpencil di tengah sebuah hutan.

Yang menarik dari film ini adalah bagaimana Mike mengerjakan semuanya dengan rapih dan menarik meskipun hanya dengan modal yang sedikit. Dengan meniadakan suara dalam kehidupan Maddie dan melakukan berbagai trik yang unik membuat para penonton merasa ikut terbawa suasana dan membuat para penonton seolah percaya dengan apa yang terjadi.

Cargo


Diadaptasi dari film pendek dengan judul yang sama yang dirilis pada 2013 lalu, film Cargo disutradarai oleh Ben Howling dan Yolanda Ramke dengan setting post-apocalyptic wabah zombie. Filmnya sendiri sangat menarik karena meskipun bertema post-apocalyptic, Cargo tidak berfokus pada dunia yang hancur melainkan pada satu orang pria yang merasakan pahitnya hidup dalam situasi seperti itu.

Sosok tersebut adalah Andy, yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk membawa bayi perempuannya ke tempat yang lebih aman di tengah-tengah wilayah Australia. Selain akting Martin Freeman yang ciamik, yang menarik dari film ini adalah munculnya budaya kuno dari Australia, bahkan ada beberapa pemeran pendukung yang kemudian berperan sebagai suku Abogirin.

Calibre


Memang tidak ada zombie, alien, atau monster supranatural lainnya dalam film Calibre, tapi film horror ini mencoba untuk menggali sisi gelap dalam jiwa seorang manusia. Dua orang pria pergi menuju Scottish Highland untuk berburu pada akhir pekan. Tapi, acara berburu tersebut justru berubah menjadi sebuah momen horor dan mengerikan bagi mereka berdua.

Sutradara Matt Palmer sukses membuat tensi di film ini terus meningkat dan terus meningkat, ditambahkan juga dengan penampilan para cast yang luar biasa. Film ini juga wajib untuk ditonton, sehingga wajar jika filmnya masuk dalam kategori film horror orisinal terbaik Netflix.

Annihilation


Annihilation merupakan film garapan Alex Garland selanjutnya setelah film Ex Machina. Film ini dianggap sebagai film horor yang visioner dengan nuansa fiksi ilmiah, dan ceritanya pun tidak mudah untuk ditebak. Bisa dipastikan film ini akan membuat para penonton tertarik untuk terus mengikuti kisahnya sampai beres, yang didukung oleh berbagai cast-cast yang mentereng.

Natalie Portman menjadi pemeran utama dalam film ini, bersama dengan Jennifer Jason Leigh, Gina Rodriguez, dan masih banyak lainnya. Mereka berperan sebagai sebuah tim ilmuwan yang memasukan The Shimmer, sebuah zona karantina luar angkasa dimana semuanya yang ada disana bermutasi dengan cara tidak terduga. Sangat sulit untuk menghadirkan film horor fiksi ilmiah, tapi Annihilation sukses untuk menghadirkannya dengan baik.

10 Film Horror Netflix Yang Bikin Merinding!

Liputan Bioskop 88 Reply 21:51

 Harus diakui bahwa kerugian yang harus dialami oleh industri film layar lebar dan bioskop akibat dari pandemi COVID-19 menjadi “ladang uan...


 Terlepas dari berbagai kontroversi yang ada dan pendapat sebagian besar orang yang cenderung negatif, tidak bisa dipungkiri lagi jika pengaruh dari situs ulasan online, Rotten Tomatoes, sangat luar biasa terhadap industri perfilman. Sebagian pecinta film akan memutuskan film mana yang akan ditonton setelah melihat ulasan dan score yang diberikan oleh situs ini.

Tidak jarang Rotten Tomatoes memberikan nilai tinggi – bahkan sempurna, meskipun jarang – kepada sebuah film, tapi tidak jarang juga situs ini memberikan skor kritik yang mencapai 0%. Berikut adalah berbagai film yang mendapatkan nilai kritik 0% dari situs Rotten Tomattoes

The Last Days of American Crome


Film berdurasi 149 menit ini dibintangi oleh Olivier Megaton, dan merupakan hasil adaptasi dari novel grafis karya Greg Tocchini yang dirilis pada 2009. Meskipun dari segi premis, film ini memiliki potensi yang sangat besar – sebuah pemerintah berencana untuk menyiarkan sinyal dimana orag-orang tidak bisa melihat berbagai tindakan kriminal – tapi, banyak yang berpendapat jika filmnya sangat buruk.

Selain skrip yang kurang menarik, penampilan para cast yang bermain pun dirasa sangat kurang. Film ini seakan menjadi bukti nyata bahwa kebebasan yang diberikan oleh Netflix kepada para pembuat film untuk memproduksi karya mereka, tidak sepenuhnya bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Jika durasinya lebih pendek, mungkin film ini bisa menjadi film thriller medioker. Tapi, karena durasinya sama dengan film MCU dan sangat melelahkan dan membosankan film ini sangat sulit untuk ditonton sampai akhir.

Grand Isle


Meskipun Nicholas Cage saat ini senang untuk melakukan berbagai eksperimen di film yang dia bintangi, seperti Mandy dan Color Out of Space, tidak jarang juga film eksperimental tersebut berujung kegagalan. Contohnya adalah Grand Isle, sebuah film melodrama yang bersetting di Lousiana yang berkisah tentang seorang veteran perang yang berencana untuk membunuh istrinya.

Cage benar-benar berbeda di film ini, dia tampak begitu bosan dan hal ini sesuai dengan ekspresi sebagian besar orang yang menonton film ini. Durasi filmnya mungkin hanya sekitar 97 menit saja, tidak terlalu buruk. Tapi, yang membuat film ini “berdosa” adalah ada sosok aktor ternama Hollywood yang menjadi pemeran utama.

Father of the Year


Film “komedi” ini dibintangi oleh David Spade dan diproduksi oleh rumah produksi Happy Madison Production. David Spade benar-benar berbeda di film ini, dimana dia berperan sebagai sosok yang nyeleneh tapi merupakan sosok orang tua yang sangat penyayang. Dia kemudian harus terlibat dalam sebuah perkelahian dengan sesama ayah lainnya di lingkungan rumahnya.

Kira-kira itulah yang menjadi plot utama dari film komedi yang seharusnya lucu tersebut. Penulisan naskah skrip yang buruk dan dari segi visual pun kurang begitu meyakinkan. Film ini bisa dibilang merupakan film yang terlupakan, dan orang-orang yang menonton filmnya tidak tahu apa yang mereka harapkan dari filmnya.

Dark Crimes


Jim Carrey berperan serius sebagai seorang detektif di Polandia? Terdengar sangat meyakinkan di atas kertas, tapi nyatanya hal itu terbukti tidak benar. Jim Carrey selama ini dikenal sebagai sosok yang konyol, dengan berbagai lawakan dan humornya. Tapi, entah apa yang kemudian menginspirasi Carrey untuk terlibat dalam film thriller kriminal ini.

Durasi filmnya memang hanya 92 menit, tapi ceritanya berjalan begitu lambat dan kurang begitu jelas plot yang disampaikannya. Dark Crimes sendiri sempat “disimpan” selama 18 bulan sejak tayang perdana dalam sebuah festival film, dan ada alasan yang bagus mengapa mereka melakukan hal itu. Sama seperti Grand Isle, terlepas dari kehadiran Jim Carrey yang tentunya membuat banyak orang penasaran, film ini sangat buruk.

365 Days


Fifty Shades of Grey bukan hanya satu-satunya film yang menghadirkan sisi erotisme di dalam filmnya secara jelas. Film produksi Polandia, 365 Days jauh lebih aneh meskipun sama-sama bergenre drama erotis. Film ini diadaptasi dari trilogi novel dengan judul yang sama, dan menariknya novelnya juga banyak mendapatkan ulasan buruk dari berbagai pihak.

Ceritanya sendiri cukup sederhana, seorang wanita diculik oleh seorang pria kriminal yang memiliki wajah tampan. Wanita tersebut dikurung bersama penjahat tersebut selama satu tahun, dengan harapan wanita tersebut jatuh cinta terhadap si pria tersebut. Untuk tahun 2020, rasanya setting cerita tersebut sangat tidak relevan, ditambah lagi plot yang yang sangat bermasalah. Film ini sendiri sekarang menjadi viral akibat kontroversi di dalamnya, dan Netflix mungkin akan segera membuat sekuel filmnya.

John Henry


Terry Crews di film thriller dan menjadi sosok vigilante dengan bersenjatakan palu martil? Memang secara prospek film John Henry bisa sangat bagus, tapi nyatanya film ini dianggap sebagai film gagal dalam berbagai hal. Mulai dari penulisan yang kacau, kurangnya arahan, dan penampilan yang kurang sempurna.

Sutradara sekaligus penulis, Will Forbes, ingin membuat film ini menjadi “penerus” bagi film-film Tarantino. Tapi, film ini bahkan tidak cukup kekerasan dan tidak cukup kreatif untuk kemudian bisa disebut sebagai penerus Tarantino. Terry Crews benar-benar bekerja keras dalam film ini, dan beruntung penampilan kocak dari Ludacris cukup membantu filmnya.

London Fields


Dilihat dari daftar cast – seperti Jason Isaacs, Amber Heard, dan Cara Delevinge, bahkan Johny Depp – film London Fields mungkin terlihat meyakinkan. Tapi, nyatanya film ini merupakan film adaptasi dari novel karya Martin Amis yang dirilis pada 1989. Novelnya sendiri banyak mendapatkan kritikan sehingga mengadaptasinya merupakan sebuah kesalahan besar.

Meskipun awalnya dijadwalkan akan tayang pada acara TIFF 2015, pada akhirnya film ini ditarik setelah sutradara Matthew Cullen menuntut pihak produser dengan kasus penipuan, karena dianggap tidak membayar gajinya dan juga mereka memotong filmnya tidak sesuai yang dia inginkan. Amber Heard juga kemudian dituntut oleh pihak produser sebanyak USD 10 juta karena dianggap mengubah isi naskah skrip dan tidak menjalankan tugasnya untuk alih suara. Heard kemudian menuntut balik karena melanggar kesepakatan kontrak untuk hal memperlihatkan badan (nudity).

10 Minutes Gone


Lagi-lagi film gagal dengan dibintangi artis papan atas Hollywood. Nama Bruce Willis dan Michael Chirkis sebenarnya merupakan magnet untuk film ini agar ditonton oleh banyak orang. Tapi, nyatanya film ini justru dianggap sebagai film yang buruk dan mengecewakan. Willis sendiri berperan sebagai seorang bos kriminal bernama Rex, dan Chirkis berperan sebagai bawahan dari Rex yaitu Frank Sullivan.

Film ini memperlihatkan bagaimana Willis tidak mengeluarkan seluruh kemampuan aktingnya, dan screen time di film ini pun sangat jarang. Bahkan, sebagian besar adegan yang melibatkan Willis diambil di dalam ruangan. Hampir tidak ada hal positif yang bisa disampaikan dari film yang dianggap membosankan ini. Semuanya benar-benar rata.

Gotti


Tidak ada film di dalam daftar ini yang seaneh dan seburuk film yang dibintangi oleh John Travolta, Gotti. Film ini merupakan film biopik dari seorang mafia legendaris New York, John Gotti. Film ini bahkan mendapatkan 55 ulasan negatif di situs Rotten Tomattoes. Dari satu adegan ke adegan lainnya, film ini dipenuhi oleh kebosanan dan cenderung lucu.

John Travolta memang benar-benar berusaha untuk film ini, tapi sayangnya usahanya tersebut berjalan ke arah yang salah. Film Gotti seakan-akan mengubah figur yang dulu disegani dan ditakuti di New York menjadi figur yang cenderung komedik. Penampilan John Travolta sebagai Gotti dianggap sebagai sebuah parodi. Para pembuat film sendiri mencoba untuk membela diri dengan “menyerang” mereka yang mengkritik, tapi pada kenyataannya film ini memang sangat buruk. Film ini bahkan masuk enam nominasi Razzle Awards (ajang untuk film terburuk).

The Murder of Nicole Brown Simpson


Film ini mengangkat kisah dari kasus pembunuhan mantan istri dari artis O.J. Simpson yang terjadi pada 1994 silam. Disutradarai oleh Daniel Farrands, film ini berani menawarkan sebuah “teori” tentang siapa yang menjadi pelaku utamanya, yang tidak lain adalah sang mantan suami, O.J. Simpsons. Tapi, apa yang ditampilkan dalam film semata-mata hanya teori dari sang pembuat film.

Mena Suvari yang memerankan karakter utama di film ini benar-benar sangat berjuang keras untuk bisa memerankan karakter ini, belum lagi beberapa nama lainnya yang juga harus berusaha keras dengan karakter mereka. The Murder of Nicole Brown Simpson mendapatkan nilai 1.7/10, yang menjadikan film ini salah satu yang paling buruk dalam sejarah Rotten Tomattoes.

10 Film ini Dapatkan Nilai 0 di Rotten Tomattoes

Liputan Bioskop 88 Reply 21:48

 Terlepas dari berbagai kontroversi yang ada dan pendapat sebagian besar orang yang cenderung negatif, tidak bisa dipungkiri lagi jika penga...


 Sekarang Teenage Mutant Ninja Turtles sepertinya akan kembali ke layar lebar untuk film rebootnya sekali lagi, namun kali ini filmnya akan ditangani oleh rumah produksi milik Seth Rogen yaitu Point Grey Pictures. Seperti yang diberitakan oleh Deadline, film ini nantinya akan mirip dengan film Teenage Mutant Ninja Turtles yang rilis tahun 2007, dan menjadi sebuah film animasi. Paramount nantinya akan mendistribusikan film ini, sedangkan naskah filmnya sedang ditulis oleh Brendan O’Brian.

Dalam proses pembuatannya, Point Grey Pictrures tak sendiri, karena mereka akan dibantu oleh Nickelodeon. Sebelum proyek ini, Nickelodeon pernah menangani berbagai film animasi ataupun live-action besar seperti film The Rugrats Movie, The SpongeBob SquarePants Movie, dan The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water. Sementara itu Point Grey Pictures sebagian besar menggarap film-film komedi seperti film Sausage Party yang rilis tahun 2016 lalu.


Awalnya Teenage Mutant Ninja Turtles adalah sebuah seri buku komik. Namun beberapa tahun setelah komiknya sukses, Teenage Mutant Ninja Turtles dibuatkan filmnya, dan filmnya rilis pertama kali di bioskop pada tahun 1990. Filmnyavsukses besar dengan mendapatkan pendapatan sebesar 202 juta dollar dengan anggaran produksi yang hanya sebesar 13,5 juta dollar saja. Setelah keberhasilan tersebut, film Teenage Mutant Ninja Turtles dibuatkan sekuelnya yang dirilis pada tahun 1991 dan 1993.

Namun sayangnya film ketiga Teenage Mutant Ninja Turtles berakhir dengan cukup mengecewakan, di mana film tersebut hanya mendapatkan pendapatan 54 juta dollar dengan anggaran pembuatan sebesar 21 juta dollar. Pada tahun 2014 lalu, reboot live-action dari Teenage Mutant Ninja Turtles diproduksi oleh Michael Bay dan menampilkan pahlawan mutant yang dibuat dengan menggunakan teknologi canggih. Film tersebut terbukti sukses, di mana filmnya berhasil mendapatkan 493 juta dollar dari anggaran pembuatan awal yang hanya 150 juta dollar.

Film Terbaru Teenage Mutant Ninja Turtles Tengah Dikembangkan!

Liputan Bioskop 88 Reply 21:46

 Sekarang Teenage Mutant Ninja Turtles sepertinya akan kembali ke layar lebar untuk film rebootnya sekali lagi, namun kali ini filmnya akan...


 Meskipun seri utama dari franchise Fast & Furious akan berakhir di film kesepuluhnya nanti, franchise ini masih bisa terus berjalan. Franchise Fast & Furious sudah berkembang dengan sangat pesat, berawal dari kisah tentang balapan liar dan usaha untuk mendapatkan seorang buronan, cerita kemudian terus berkembang menjadi “keluarga” dan harus menghadapi musuh mereka yang merupakan penjahat.

Tapi, tentunya franchise ini tidak akan berjalan selamanya, dan selama bertahun-tahun franchise Fast & Furious direncanakan akan berakhir di film kesepuluh nanti. Kabar ini juga dikonfirmasi oleh Vin Diesel pada Februari kemarin, sebelum proses produksi Fast & Furious 9 ditunda akibat adanya COVID-19. Diesel juga memberikan petunjuk tentang adanya kemungkinan film terakhir akan dibagi menjadi dua bagian.


Terkait dengan masa depan franchisenya, Diesel memberikan pendapatnya. “Akan sangat baik jika kemudian cerita ini berlanjut untuk generasi selanjutnya.” Dengan cerita tentang Dominic Toretto perlahan akan selesai, franchise Fast & Furious bisa mulai fokus untuk menghadirkan berbagai spinoff. Contohnya adalah Hobbs & Shaw, yang menjadi spinoff pertama dari franchise ini yang menghadirkan cerita tentang Luke Hobbs yang bekerja sama dengan Deckard Shaw.

Tapi, Diesel sendiri sudah mempersiapkan sebuah film spinoff yang seluruh karakter utamanya adalah wanita. Aktris seperti Lindsey Beer, Geneva Robertson-Dworet, dan Nicole Perlman sudah ditunjuk sebagai penulis filmnya. Sayangnya, Diesel masih belum mau berbagi informasi detail terkait filmnya.

Film Hobbs & Shaw sendiri memang banyak mendapatkan pujian dengan berbagai adegan aksi menegangkannya. Tapi, filmnya ini juga banyak menerima kritikan karena dianggap terlalu terburu-buru untuk “menyatukan” dua karakter yang berbeda ini. Spinoff ini juga dikritik karena unsur cerita di dalamnya tidak terdapat “esensi” dari franchise Fast & Furious yang sebenarnya.

Terlepas dari semuanya, film tersebut berhasil mendapatkan lebih dari 250 juta Dollar Amerika dan kabarnya Dwayne Johnson sedang mempersiapkan sekuel untuk spinoff ini. Untuk saat ini, masih belum diketahui apakah spinoff yang semua karakter utamanya wanita dan diproduksi oleh Vin Diesel akan berkaitan dengan spinoff Hobbs & Shaw 2 dan juga Fast & Furious 10.


Ada beberapa karakter yang sudah muncul yang bisa muncul di film spinoff tersebut, contohnya adalah Letty Ortiz, Mia, dan juga Ramsey. Bahkan, sudah ada diskusi tentang siapa yang akan menjadi villain utama di film tersebut yaitu Cipher, karakter villain yang diperankan oleh Charlize Theron dan diperkenalkan saat film Fate of the Furious dan akan kembali muncul di film Fast & Furious 9.

Meskipun franchise ini memiliki peluang dan kesempatan untuk melanjutkan cerita atau mengembangkan ceritanya, satu pertanyaan terbesar yang kemudian muncul setelah pembahasan ini adalah apakah franchise Fast & Furious akan tetap sama menegangkannya, sama suksesnya, dan sama dalam semua hal lain tanpa kehadiran dari tim inti yang sudah terbangun lebih dari satu dekade yang lalu.

Absennya karakter Brian O’Connor sudah meningkatkan keraguan tersebut, dan masih akan kita lihat bagaimana Fast & Furious 9 akan menjelaskan kembalinya Han ke dalam tim setelah dia diperkirakan tewas dalam film Tokyo Drift. Hobbs & Shaw mungkin memang membuka kesempatan terbentuknya sebuah tim atau “keluarga” baru, tapi ada sebuah resiko besar dimana para penonton tidak akan suka dengan tim baru tersebut. Mudah-mudahan saja Universal mau mempertimbangkan cerita yang baik dibandingkan hanya memikirkan keuntungan semata.

Setelah Fast & Furious Tamat, ini yang Dapat Terjadi!

Liputan Bioskop 88 Reply 02:10

 Meskipun seri utama dari franchise Fast & Furious akan berakhir di film kesepuluhnya nanti, franchise ini masih bisa terus berjalan. F...


 Nasib Jack Sparrow sepertinya sudah diujung tanduk dengan Disney yang hanya melakukan satu reboot film Pirates of the Carribean saja. Johnny Depp merupakan pemeran dari karakter kapten Jack Sparrow dan berhasil membintangi 5 buah film dalam franchisenya. Tapi, kabar beberapa waktu lalu menyebutkan jika Disney berencana untuk melakukan reboot terhadap franchise ini.

Dua buah film sudah dipersiapkan oleh Disney, yang memberikan petunjuk bahwa franchise ini akan terus berlanjut tanpa adanya kehadiran dari Depp. Hal itu membuat para fans penasaran tentang bagaimana selanjutnya nasib dari sosok Jack Sparrow. Perjuangan untuk memulai franchise ini tidaklah mudah, bahkan sang produser yaitu Jerry Bruckheimer harus menghadapi banyak kendala.


Para petinggi Disney beranggapan bahwa ide Bruckhemer untuk mengadaptasi sebuah atraksi permainan menjadi sebuah film layar lebar adalah ide yang buruk. Bahkan CEO Disney kala itu, Michael Eisner, sempat mencoba untuk menghentikan usaha Bruckheimer tersebut, dengan anggapan bahwa film tersebut akan menjadi film yang sangat buruk.

Bruckheimer kemudian berhasil meyakinkan pihak Disney bahwa film ini akan sesukses franchise besar lainnya seperti The Matrix dan The Lord of the Rings. Meskipun berhasil meyakinkan pihak Disney, Eisner masih memiliki masalah dengan cerita, ongkos produksi, dan juga pemilihan Johnny Depp sebagai pemeran utama. Mereka beranggapan Depp adalah aktor yang akan menghancurkan filmnya.

Setelah semua kekhawatiran tersebut, akhirnya pada 2003 lalu film Pirates of the Caribean: The Curse of the Black Pearl resmi dirilis dan menjadi film dengan pemasukan terbesar keempat pada tahun tersebut dengan berhasil meraih USD 635 juta. Kesuksesan film tersebut kemudian melahirkan film-film lainnya yang menjadikan franchise Pirates of the Carribean menjadi franchise dengan pemasukan terbesar nomor 14 setelah Mission: Impossible dan Despicable Me.

Sampai saat ini, film bertema bajak laut tersebut masih menjadi live-action Disney yang paling sukses, dan film ini bukanlah film hasil akusisi atau remake. Jadi, wajar jika kemudian Disney begitu bernafsu untuk segera melakukan reboot terhadap franchisenya. Bukan hanya sekali, tapi dua kali.


Johnny Depp sendiri memiliki peran besar terhadap kesuksesan filmnya. Depp berhasil memerankan Jack Sparrow dengan sempurna, bahkan pembuat film sampai-sampai rela untuk membuat seluruh cerita di franchise ini berkaitan dengan Jack Sparrow. Tapi, sisi negatifnya adalah mereka menjadi terbatas dalam pembuatan cerita. Mereka tidak bisa melebarkan cerita dan tidak bisa jika tidak melibatkan sosok Sparrow dalam cerita tersebut.

Selain dari segi cerita, ongkos produksi filmnya juga semakin membesar. Film keempat, On Stranger Tides, resmi menjadi film dengan ongkos produksi paling tinggi yang pernah ada, dengan jumlah keseluruhannya mencapai USD 375 juta. Dari angka tersebut USD 55 juta diantaranya dihabiskan untuk membayar gaji Johnny Depp, dan angka tersebut menjadikan Depp sebagai salah satu aktor dengan bayaran termahal untuk satu buah film.

Film kelima, Dead Men Tell No Tales, dikabarkan menghabiskan uang sebesar USD 320 juta untuk memproduksi filmnya. Angka tersebut kemudian dikoreksi oleh Disney, dan ongkos produksi untuk film tersebut adalah USD 230 juta. Meskipun berhasil mendapatkan pendapatan USD 794.7 juta di seluruh dunia, filmnya menjadi film dengan pendapatan terendah kedua di franchise Pirates of the Carribean.

Penurunan pendapatan tersebut diakibatkan oleh berkurangnya penonton domestik, dan para kritikus juga memberikan catatan bahwa para penonton sudah lelah dengan aksi komikal dari Jack Sparrow. Franchise Pirates of the Carribean mungkin masih menjadi perhatian bagi Disney, tapi sudah tidak terlalu menguntungkan apalagi mereka sekarang memiliki Marvel Studios sebagai mesin uang mereka.

Jika Disney masih ingin menggunakan jasa Depp di film terbaru nanti, akan lebih baik jika Jack Sparrow hanya muncul sebagai cameo atau memiliki peran yang kecil dan berfokus pada bintang baru di franchise tersebut. Dengan adanya proyek reboot ini, Disney mendapatkan kesempatan untuk menghirup udara baru bagi franchisenya. Disney bisa memperkenalkan elemen baru yang akan bisa menghasilkan keuntungan secara finansial maupun dari sisi kreativitas. Kita nantikan saja ya Geeks gebrakan terbaru dari franchise ini.

Jack Sparrow Dipensiunkan dari Pirates of the Carribean?

Liputan Bioskop 88 Reply 02:08

 Nasib Jack Sparrow sepertinya sudah diujung tanduk dengan Disney yang hanya melakukan satu reboot film Pirates of the Carribean saja. Joh...


 Sekarang Teenage Mutant Ninja Turtles sepertinya akan kembali ke layar lebar untuk film rebootnya sekali lagi, namun kali ini filmnya akan ditangani oleh rumah produksi milik Seth Rogen yaitu Point Grey Pictures. Seperti yang diberitakan oleh Deadline, film ini nantinya akan mirip dengan film Teenage Mutant Ninja Turtles yang rilis tahun 2007, dan menjadi sebuah film animasi. Paramount nantinya akan mendistribusikan film ini, sedangkan naskah filmnya sedang ditulis oleh Brendan O’Brian.

Dalam proses pembuatannya, Point Grey Pictrures tak sendiri, karena mereka akan dibantu oleh Nickelodeon. Sebelum proyek ini, Nickelodeon pernah menangani berbagai film animasi ataupun live-action besar seperti film The Rugrats Movie, The SpongeBob SquarePants Movie, dan The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water. Sementara itu Point Grey Pictures sebagian besar menggarap film-film komedi seperti film Sausage Party yang rilis tahun 2016 lalu.


Awalnya Teenage Mutant Ninja Turtles adalah sebuah seri buku komik. Namun beberapa tahun setelah komiknya sukses, Teenage Mutant Ninja Turtles dibuatkan filmnya, dan filmnya rilis pertama kali di bioskop pada tahun 1990. Filmnyavsukses besar dengan mendapatkan pendapatan sebesar 202 juta dollar dengan anggaran produksi yang hanya sebesar 13,5 juta dollar saja. Setelah keberhasilan tersebut, film Teenage Mutant Ninja Turtles dibuatkan sekuelnya yang dirilis pada tahun 1991 dan 1993.

Namun sayangnya film ketiga Teenage Mutant Ninja Turtles berakhir dengan cukup mengecewakan, di mana film tersebut hanya mendapatkan pendapatan 54 juta dollar dengan anggaran pembuatan sebesar 21 juta dollar. Pada tahun 2014 lalu, reboot live-action dari Teenage Mutant Ninja Turtles diproduksi oleh Michael Bay dan menampilkan pahlawan mutant yang dibuat dengan menggunakan teknologi canggih. Film tersebut terbukti sukses, di mana filmnya berhasil mendapatkan 493 juta dollar dari anggaran pembuatan awal yang hanya 150 juta dollar.

Film Terbaru Teenage Mutant Ninja Turtles Tengah Dikembangkan!

Liputan Bioskop 88 Reply 00:11

  Sekarang Teenage Mutant Ninja Turtles sepertinya akan kembali ke layar lebar untuk film rebootnya sekali lagi, namun kali ini filmnya aka...

Search

Blog Archive